Kisah Rasulullah SAW Ketika Terjadi Gerhana

Kisah Rasulullah SAW Ketika Terjadi Gerhana Matahari – Pada masa kenabian, pernah terjadi gerhana matahari. Ketika itu, semua orang yang bekerja langsung menghentikan pekerjaannya mereka.

Bahkan sekumpulan anak-anak yang sedang berlatih memanah juga menghentikan kegiatan mereka. Semua Sahabat R.hum berlarian menuju rumah Nabi, untuk mendengar apa yang disabdakan dan dilakukan beliau.

Kisah Rasulullah SAW Ketika Terjadi Gerhana Matahari dan Perasaan Takutnya

Kisah Rasulullah SAW Ketika Terjadi Gerhana Matahari

Ketika para sahabat R.hum dan warga telah berkumpul disana, Rasulullah SAW melaksanakan shalat dua rakaat berjamaah yang bernama Shalat Khusuf. Shalat yang dilakukan sangat panjang.

Saking panjangnya, banyak yang mengikutinya sampai terjatuh dan pingsan. Di dalam shalat tersebut, Rasulullah SAW menangis sembari berdo’a :

“Ya Allah, bukankah Engkau telah berjanji bahwa Engkau tidak akan menyiksa mereka selagi masih bersamaku? Dan berjanji tidak akan menurunkan azab selagi mereka menyibukkan diri untuk beristighfar..?”

Rasulullah SAW berdo’a sambil terus menangis terisak-isak. Semua jamaah yang ikut juga menangis dan sangat merasa takut. Do’a beliau di atas juga telah difirmankan Allah SWT dalam Qs. Al-Anfaal ayat 33, yang berbunyi :

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Artinya :

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun..”

Qs. Al-Anfaal : 33

Setelah selesai melaksanakan Shalat, Rasulullah SAW kemudian menyampaikan khutbah singkatnya kepada semua jamaah. Beliau bersabda :

“Jika suatu hari kalian mengalami gerhana bulan dan matahari, bergegaslah untuk menunaikan shalat dengan penuh rasa takut. Seandainya saja kalian mengetahui bagaimana keadaan hari akhirat seperti apa yang telah aku lihat, niscaya kalian akan lebih banyak menangis daripada tertawa. Maka, bilamana suatu hari nanti terjadi gerhana lagi, segeralah dirikan shalat, berdo’a dan bersedekahlah..”.

Hikmah yang harus dipetik

Meskipun Allah SWT telah berjanji untuk tidak akan menyiksa dan menurunkan azab kepada siapapun, selagi dalam kaum tersebut masih ada Rasullullah, namun rasa takut beliau tetap ada.

Ini adalah salah satu bukti betapa Rasulullah sangat takut kepada Allah, sekaligus mengingatkan kita bahwasanya azab-Nya amatlah pedih. Untuk itu, jangan pernah merasa sombong dan perkasa kala berjalan di atas bumi Allah ini.

Hari ini, betapa kita tak lagi mementingkan dan memperdulikan terhadap berbagai musibah yang datang, bahwa itu semua merupakan peringatan, yang sejatinya mestilah dimenungkan dan dihayati dalam-dalam.

Penutup

Demikianlah, cerita mengenai Kisah Rasulullah SAW Ketika Terjadi Gerhana Matahari, shalat Khusuf-nya yang panjang serta ketakutan beliau ketika terjadi Gerhana Matahari. Semoga kita bisa memetik hikmah didalamnya.

Tinggalkan komentar